Minggu, 24 Juli 2011

Pengaruh Teman Sebaya pada perkembangan anak

Tak dapat dipungkiri bahwa teman mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Namun anak-anak terutama yang menginjak remaja mempunyai ketergantungan yang lebih tinggi terhadap pertemanan. Dan mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif pertemanan.

Sebagai orangtua maka kita harus proaktif untuk mendampingi anak-anak dalam memilih teman-teman mereka.  Menghadapi  persahabatan anak-anak, orangtua harus meletakkan dasar-dasar bagi anak untuk membuat pilihan yang baik.
Orangtua dapat membantu anak-anak untuk memahami persahabatan yang baik dengan memberi contoh atau dengan mengajak mereka berdiskusi.
Orangtua bisa bicara tentang kebaikan, berbagi kejujuran, dan bersenang-senang bersama-sama.
Agar tidak terkesan terlalu menggurui orang tua bisa memberi contoh melalui cerita atau pengalaman saat kecil. Tentu saja, anak-anak juga perlu memahami bahwa teman-teman atau pun mereka sendiri dapat membuat kesalahan, maka orangtua juga bisa mengajarkan mereka bagaimana untuk memaafkan atau pun  meminta maaf.
Selain dilakukan oleh orangtua sendiri, orangtua juga bisa bekerjasama dengan kakek/nenek atau pun kerabat lain yang memiliki kedekatan dengan anak remaja kita. Kakek/nenek atau kerabat biasanya lebih dipercaya oleh anak-anak kita saat memasuki fase remaja, karena mereka lebih terkesan “nothing to lose” dan lebih bisa menerima mereka apa adanya.
Orang tua juga harus menetapkan batas yang jelas bagi anak-anak mereka jika mereka memilih teman yang dapat membawa pengaruh negatif.
Jika Anda mengamati bahwa seorang teman memberikan pengaruh buruk pada anak-anak kita, sebaiknya orang tua menghentikan sementara waktu. Ini juga penting untuk menjelaskan kepada mereka bahwa orang-orang berubah, dan ketika teman-teman mereka sudah memperbaiki, perilakunya mereka bisa bermain bersama lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar